Sumber pengetahuan mengenai komputer, gadget, serta info teknologi dunia terbaru

Update!

Saturday, 7 May 2016

Maksimalkan Performa Komputer (Part 2)

Mengelola Struktur Folder
Setelah selesai mengatur penamaan dan format file, hal terakhir yang harus diperhatikan yaitu penataan folder. Pengelolaan urutan-urutan folder juga berpengaruh terhadap proses backup yang akan dilakukan. Selain itu, jika penataan folder dan subfolder sudah benar dan rapi, maka pencarian lokasi data akan semakin mudah dan cepat karena tiap-tiap folder dan subfolder sudah diberi keterangan-keterangan yang jelas dan diletakkan pada urutan yang benar.

Misalnya Anda memiliki beberapa file gambar dengan format yang sama, Anda bisa mengelompokkannya ke dalam satu folder khusus, atau contoh lainnya adalah misalnya Anda memiliki bermacam-macam jenis aplikasi, dengan membuat beberapa folder khusus sesuai kelompok kategori aplikasi yang sesuai dan memindahkan semua aplikasi sesuai kategorinya, maka struktur direktori akan semakin rapi sehingga memudahkan dalam mencari suatu program yang diinginkan.

Hapus User Account Tambahan
Sebenarnya memiliki User Account baru hanya membutuhkan setidaknya 200 KB pada hard disk, Anda mungkin terkejut dengan banyaknya ruang kosong hard disk yang terpakai saat salah satu atau beberapa akun yang sedang aktif untuk melakukan pekerjaan, download file, membuka program, dan lain sebagainya.
Pada beberapa kasus, penyebab utama dari melambatnya kinerja komputer adalah akibat dari akun lain yang sedang aktif atau dalam keadaan “logged on” meskipun tidak digunakan. Hal ini dikarenakan data-data temporer dari akun lain masih tersimpan pada RAM dan dapat membebani RAM.
Jika Anda merupakan orang satu-satunya yang menggunakan komputer atau hanya dapat membuat satu akun lain untuk dipakai oleh beberapa pengguna selain Anda, maka hilangkanlah akun lain yang tidak terpakai. Jika Anda melakukan ini, kinerja komputer Anda akan secara signifikan bertambah cepat.
Pastikan bahwa Anda sudah aktif pada User Account Administrator yang memiliki hak akses penuh atas komputer. Apabila Anda ingin menyimpan data-data dari akun user yang ingin dihapus, maka pastikan Anda memilih opsi “Keep Files”.
Berikut adalah langkah-langkah untuk menghapus sebuah User Account:
1. Masuk pada Control Panel.
2. Pilih menu User Accounts.
3. Pilih Manage another account.
 4. Klik pada salah satu nama akun user yang akan dihapus. Pada contoh kali ini, nama user akunnya adalah USER ONE.
5. Selanjutnya pilih Delete the account.
6. Pada tampilan berikutnya Anda akan diberi pilihan yang akan menentukan apakah Anda ingin menyimpan file-file yang sempat disimpan oleh akun user tersebut atau menghapusnya. Sebagai contoh, USER ONE akan dihapus, maka klik tombol Delete Files untuk menghapus file user atau tombol Keep Files untuk tetap menyimpan file user. Selanjutnya klik tombol Delete Account untuk menghapus user secara permanen dari Windows.

Menggunakan Program CCleaner
File-file sampah dalam komputer secara tidak sengaja akan berkumpul dan terakumulasi sehingga akan memakan sebagian ruang kosong hard disk. Hal ini tentu saja akan membuat kinerja hard disk menurun karena file sampah dihasilkan oleh proses sebuah program.
Anda dapat dengan mudah membersihkan file-file sampah hard disk dengan bantuan software. Ada berbagai macam software pembersih file sampah yang tersebar di internet, namun kali ini penulis menggunakan freeware bernama CCleaner. Selain aplikasi ini dapat digunakan secara gratis, aplikasi ini juga mampu melakukan uninstall program, mengatur startup, melakukan pengecekan disk, mencari file-file duplikat dan lain sebagainya.
Langkah untuk menggunakan program CCleaner secara benar adalah:
1. Jalankan program CCleaner.
2. Pada tampilan awal CCleaner terdapat pilihan checkbox yang bisa Anda aktifkan/nonaktifkan sesuai dengan kategorinya. Perlu diingat bahwa tiap checkbox mewakili tipe-tipe file sampah yang akan dibersihkan. Kali ini penulis membiarkan pada konfigurasi default.
3. Klik tombol Analyze untuk mengecek terlebih dahulu besarnya file sampah yang akan dibersihkan. Perhatikan pada gambar disitu terlihat bahwa ukuran file sampah terbesar berasal dari riwayat web browser, file sampah web browser umumnya berupa web cache yang berasal dari riwayat situs yang Anda kunjungi untuk mempercepat akses halaman situs yang sama.
4. Klik tombol Run Cleaner untuk segera memulai pembersihan file sampah. Jika muncul kotak dialog konfirmasi klik tombol OK.
5. Tunggu proses pembersihan yang berlangsung, jika proses pembersihan sudah selesai akan ditampilkan keterangan Cleaning Complete.
Pada dasarnya file sampah di komputer akan selalu ada karena hasil proses dari sistem operasi pun akan menghasilkan file sampah, maka dari itu penulis menyarankan agar membersihkan hard disk dari file-file sampah seminggu atau sebulan sekali agar kinerja hard disk tetap optimal. Selain menggunakan fasilitas pembersihan file sampah, CCleaner juga mampu melakukan pembersihan dan perbaikan terhadap registry. Cukup Anda pilih opsi Registry di samping opsi Cleaner pada panel sebelah kiri layar.

Melakukan Check Disk
Windows memiliki tool bernama CHKDSK (Check Disk) yang terintegrasi dan cukup ampuh dalam mengatasi masalah file system di hard disk sekaligus mempercepat performa komputer. CHKDSK merupakan perintah berbasis DOS (Disk Operating System) yang mampu melakukan verifikasi file system dalam hard disk maupun flash disk.
Perintah CHKDSK kadang dijalankan oleh Windows secara otomatis sesaat komputer mengalami kegagalan sistem atau mati mendadak. Setelah dinyalakan kembali, sebelum masuk ke UI sistem operasi maka perintah CHKDSK akan dijalankan dan memulai proses perbaikan pada hard disk. Perintah ini juga dapat dijadwalkan untuk dijalankan pada Windows meskipun tidak terjadi masalah apapun pada hard disk.
Langkah-langkah untuk menjalankan perintah CHKDSK pada Windows adalah sebagai berikut:
1. Pastikan Anda telah login pada user Administrator.
2. Klik tombol Start - All Programs - Accessories, klik kanan pada aplikasi Command Prompt lalu pilih Run as administrator.
3. Setelah masuk pada jendela Command Prompt, ketikkan perintah chkdsk [nama drive] kemudian tekan Enter pada keyboard.
Chkdsk merupakan perintah DOS untuk memeriksa hard disk.
Nama drive merupakan drive/partisi yang akan diperiksa, Anda dapat mengisinya sesuai dengan drive yang Anda miliki misalnya, C: , D: , H: , dan lain sebagainya.
Kali ini penulis akan melakukan perintah CHKDSK pada drive H, maka perintah yang ditulis pada command prompt adalah chkdsk h:
4. Tunggu proses CHKDSK yang berlangsung, setelah proses CHKDSK selesai maka akan ditampilkan hasil pemeriksaan hard disk yang telah dilakukan.
5. Seringkali juga ditemui masalah saat menjalankan perintah CHKDSK, salah satunya terdapat keterangan the volume is in use by another process menandakan bahwa drive yang dipilih tidak bisa diperiksa karena sedang menjalankan proses tertentu, Windows akan meminta user apakah ingin tetap melakukan CHKDSK pada drive tersebut namun pada proses booting awal berikutnya.
Parameter Tambahan pada Check Disk
Selain menggunakan format chkdsk [nama drive], perintah CHKDSK juga memiliki beberapa parameter yang memiliki fungsi berbeda. Parameter ini juga sering digunakan jika penggunaan perintah CHKDSK tidak bisa langsung dijalankan pada Command Prompt, melainkan dilakukan pada booting awal berikutnya atau sebelum komputer melakukan login ke dalam Windows.
Parameter CHKDSK cukup banyak dan bisa dilihat dengan cara menambahkan tanda /? setelah tulisan chkdsk. Parameter yang sering digunakan yaitu parameter /f yang berfungsi memperbaiki error pada hard disk dan berdampingan dengan perintah CHKDSK. Caranya cukup mudah, yaitu dengan memberi tambahan tanda /f pada perintah CHKDSK. Misalnya Anda ingin memeriksa drive C, Anda dapat mengetikkan perintah chkdsk c: /f kemudian tekan tombol alphabet Y pada keyboard untuk menyetujui konfirmasi proses. Setelah itu Anda dapat me-restart komputer Anda agar Windows bisa menjalankan perintah tersebut.

No comments:

Post a Comment

Komentar Anda sangat membantu dalam pengembangan blog ini :)